TribunIndo.com

Indonesia Update

Mengapa Penderita Hipertensi Mudah Marah? Begini Alasannya!

 

Tahukah Anda mengapa penderita hipertensi mudah marah? Sebenarnya, Anda tidak bisa melabeli penderita hipertensi sebagai pemarah. Namun, emosi tersebut memang dapat memicu hipertensi. 

Mengapa Penderita Hipertensi Mudah Marah?

Menurut American Heart Association, tekanan darah tinggi bisa memicu perubahan emosi dalam kondisi berkepanjangan. Sementara itu, berikut merupakan penjelasan medis yang mendasari penderita hipertensi cenderung mudah marah.

1. Aktivasi Sistem Saraf Simpatik

Ketika tekanan darah manusia naik, tubuh akan langsung mengaktifkan sistem saraf simpatik yang bisa melepaskan hormon stres. Menurut Mayo Clinic, peningkatan hormon ini berkemungkinan meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh bersiaga secara berlebihan.

Hal tersebutlah yang menjadikan penderita lebih reaktif terhadap stres emosional. Penderita pun terkesan tidak mampu mengontrol amarahnya.

2. Kurangnya Oksigen ke Otak

Tekanan darah tinggi dapat mempersempit pembuluh darah menuju ke otak. Hal tersebut membuat aliran oksigen ke otak semakin kecil, sehingga membuat kinerjanya kurang maksimal, terutama dalam mengontrol emosi. Pada umumnya, penderita akan mengalami beberapa gejala, seperti mudah kesal, gelisah, dan panik secara berlebihan.

3. Ketidaknyamanan Fisik karena Tekanan Darah Tinggi

Mengapa penderita hipertensi mudah marah juga bisa dijelaskan dari segi fisik. Sebab, tekanan darah yang berlebihan bisa menyebabkan adanya ketegangan dalam pembuluh darah yang memicu sakit kepala, rasa lelah berlebihan, dan kesulitan tidur.

WHO pun mencatat, bahwa ketidaknyamanan fisik ini memiliki kontribusi besar terhadap kontrol emosi harian. Maka dari itu, penderita tidak mudah mengontrol amarahnya.

4. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup yang tidak sehat seperti berlebihan dalam mengkonsumsi garam, jarang bergerak, dan merokok bisa memperburuk kondisi hipertensi. Ini juga dapat meningkatkan gangguan emosional. Selain itu, kurangnya asupan istirahat pun dapat mempercepat munculnya emosi dan rasa frustasi pada penderita.

Sudah Memahami Alasan Mengapa Penderita Hipertensi Mudah Marah?

Memahami mengapa penderita hipertensi mudah marah akan sangat membantu Anda lebih waspada terhadap dampak emosional pada tekanan darah tinggi. Anda pun wajib untuk menjaga pola hidup sehat dan mengelola stres untuk mengatur lonjakan emosi yang merugikan diri sendiri dan orang sekitar.

Sebagai bagian dari pencegahan sekaligus cara mengobati darah tinggi, Anda bisa melakukan pemantauan terhadap tekanan darah secara rutin di rumah dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah digital dari OMRON. Model tensimeter yang disediakan juga sangat beragam. Tentu saja, OMRON juga sudah didukung oleh teknologi IntelliSense yang akurat.

Selain itu, tersedia juga berbagai pilihan produk seperti HEM-7156 hingga model portable yang praktis dibawa ke mana-mana. Anda pun bisa mengecek tekanan darah dengan nyaman dan mudah.  Ayo, pakai alat yang sudah tervalidasi klinis dari OMRON dan terus pantau kondisi tekanan darah Anda!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *