Tragedi Kebakaran Gunung Lawu dan Fakta Dibaliknya

Tragedi Kebakaran Gunung Lawu dan Fakta Dibaliknya

Tragedi Kebakaran Gunung Lawu dan Fakta Dibaliknya Berita Terkini – Berapa Jumlah korban tewas tragedi Gunung Lawu ? Dalam tragedi kebakaran Gunung Lawu beberapa orang menjadi korban jiwa. Jumlah korban yang meninggal dunia bertambah menjadi 7 orang menurut Johanson Ronald Simamora selaku  Kepala Kepolisian Resor Magetan. Sebelumnya dilaporkan bahwa korban tewas berjumlah 6 orang.

Berikut ini adalah Identitas para korban meninggal dunia :

  1. Rita Septi Hurika (21 tahun) berasal dari Ngawi
  2. Joko Prayitno (31 tahun) berasal dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat
  3. Nanang Setia Utama (16 tahun) berasal dari Ngawi;
  4. Marwan, Asli Ngawi.
  5. Dan tiga korban meninggal lainnya sampai Ahad tengah malam belum jelas identitasnya.

Selain memakan korban jiwa, tragedi Gunung Lawu juga ada korba luka bakar serius sejumlah 2 orang pendaki yaitu : Eko Nurhadi (35 tahun) serta Novi Dwi Isti Wanti (15) yang sama-sama berasal dari Ngawi.

Sampai saat ini belum dapat dipastikan bahwa jumlah korban tidak akan bertambah. Karena evakuasi yang dilakukan beberapa saat yang lalu mengalami kendala karen kondisi gelap tengah malam yang mengakibatkan pendeknya jarak pandang.

Senjumlah tim yang terdiri dari pencari dari kepolisian, dari BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dari Basarnas Pos Trenggalek, dari Palang Merah Indonesia (PMI), dari TNI Angkatan Darat, dari Perhutani, dan dari Anak Gunung Lawu membutuhkan istirahat karena mengalami kelelahan. Baru keesokan harinya (hari senin) dijadwalkan untuk kembali melakukan penyisiran dimulai. Sejumlah tim ini akan dibagi tugasnya yaitu Perhutani difokuskan untuk memadamkan api, sedangkan tim lain melakukan evakuasi korban.

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengatakan penyebab kebakaran lahan hutan di Lereng Gunung Lawu wilayah Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, karena bekas api unggun. Bekas api unggun tersebut diduga dibuat oleh para pendaki yang menginap gunung tersebut.

 

Terungkap Fakta Dugaan Penyebab Gunung Lawu Terbakar

Syaifullah Yusuf selaku Wakil Gubernur Jawa Timur memberikan keterangan mengenai tragedi terbakarnya Gunung Lawu, Beliau memaparkan bahwa penyebab dari kebakaran lahan hutan di Lereng Gunung Lawu disebabkan oleh bekas api unggun yang menurut dugaan dibuat oleh sejumalh pendaki yang menginap gunung tersebut.

“Laporan yang saya terima sementara itu,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Syaifullah, saat dihubungi Tempo. Senin, 19 Oktober 2015.

Beliau juga berpesan kepada para pendaki untuk kiranya tidak membakar api unggun ketika melakukan pendakian karena masih musim kemarau.   “Jangan membakar di gunung,” kata dia. Beliau juga berpesan kepada para pendaki untuk tetap memastikan api unggun yang mereka hidupkan untuk dimatikan jika terpaksa membuatnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.

Tragedi Kebakaran hutan yang terjadi di lereng Gunung Wilis tersebut terjadi pada Minggu pagi pada jalur pendakian yang biasanya dialalui oleh para pendaki antara pos 3 serta pos 4. Kebakaran gunung ini menyebabkan sekitar 50 orang para pendaki yang direncanakan  hendak turun mengalami kondisi terjebak kobaran api pada ketinggian sekitar lima meter. Para pendaki yang panik kemudian berusaha untuk menyelamatkan diri dengan kembali bergerak menuju ke atas dan kemudian melompat ke ranting hutan yang tidak terbakar.

Seputar Gunung Lawu

Gunung Lawu dengan ketinggina 3.265 m berada di Pulau Jawa, Lokasinya bisa dikatakan berada diantara perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Batas wilayah Gunung Lawu berada di antara 2 kabupaten: Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah juga Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung Lawu adalah gunung berapi yang telah lama sudah tidak aktif lagi .

Keindahan Gunung Lawu karena memiliki 3 puncak, (1. Puncak Hargo Dalem, 2. Hargo Dumiling dan 3. Hargo Dumilah). Yang terakhir merupakan gunung dengan puncak tertinggi.

Keberadaan tempat wisata yang berada di lereng gunung, menjadikan sejumlah orang menjadikannya sebagai tempat wisat terpopuler, Tempat wisata yang terpopuler tersebut terletak dilokasi Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Bahkan jika anda turun sedikit ke bawah, pada sisi barat ada dua komplek percandian yang berasala dari masa akhir Majapahit: 1. Candi Sukuh dan 2. Candi Cetho, selain itu juga terdapat  komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.

Misteri gunung Lawu

Apa saja misteri di Gunung Lawu, Gunung ini menyimpan berbagai misteri yang terletak pada masing-masing dari tiga puncak. Ada mitos yang mengutama dan menjadi tempat yang dinyakini sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.

Konon di gunung Lawu pada zaman dulu sampai sekarang bisa jadi gunung itu merupakan pusat aktivitas spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran. ada beberapa pantangan yang tidak tertulis untuk para pendaki Para pendaki haus mempersiapkan segala hal untuk masuk ke gunung lawu Termasuk mematuhi segala pantangan.