Rubah Besi Yang Menakutkan “FENNEK”

Share:

Rubah Besi Yang Menakutkan “FENNEK”Berita Militer – Seperti yang kita ketahui Jerman adalah salah satu negara pembuat alutsista darat terbaik dunia. Kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu alutsista darat Jerman yang belum banyak diketahui oleh kebanyakan orang yaitu FENNEK “Rubah besi”. Fennek adalah sebuah ranpur ringan lapis baja untuk keperluan intai taktis ( light armored reconnaissance vehicle ) generasi baru.

Kata Fennek sendiri berasal dari nama sebutan sebuah spesies rubah gurun yang hidup di wilayah sahara Afrika Utara, keunggulan spesies ini ialah indranya sangat peka dan bahkan bisa merasakan getaran dari jarak jauh, keunggulan rubah fennek lah yang di adopsi oleh ranpur Fennek ini sehingga ranpur tersebut dapat mendeteksi kedatangan ranpur lain dari jarak jauh.

Pada awal produksi ranpur ini, Jerman sempat mengalami krisis ekonomi membuat Jerman harus menjalin kerja sama dengan negara lain, kebutalan ada Belanda yang bersedia diajak bermitra sehingga membentuk duet Eropa Barat yang menghasilkan sebuah ranpur Fennek.

Ranpur ini awalnya di buat untuk AD Jerman dan AD Belanda untuk melakukan tugas intai taktis saja tapi belakangan ini berkembang menjadi beberapa varian sesuai permintaan  kedua negara tersebut seperti yaitu varian combat engineer variant, joint fire support team, multipurpose, medium range anti tank.

 Tampilan ranpur ini sangatlah biasa dengan empat roda pun kelihatan biasa saja. Persenjataan yang ditentengnya hanya sebuah machine gun yang terletak di atas kabin yang dapat dikendalikan dari dalam kabin dengan menggunakan remote . Tapi di balik tampangnya yang biasa saja, tersimpan teknologi canggih yang tak lepas dari perannya sebagai ranpur intai. Selain kelebihan teknologinya yang canggih, ranpur ini di lengkapi system penggerak empat roda atau dengan kata lain four wheel drive (4WD). Dengan memiliki mesin yang berdaya 240 Hp, Fennek tidak ragu untuk melewati medan yang sulit, sementara di aspal Fennek dapat melaju hingga 110 km/jam. Dengan bobot sekitar 10 ton ini tetap stabil ketika melewati medan yang berat. Meskipun tidak memiliki kemampuan amfibi, ranpur ini tetap dapat melewati genangan kedalaman 1 meter tanpa ada persiapan khusus. Fennek yang dengan memiliki kemampuan tersebut, sangat cocok untuk di operasikan di medan berat Indonesia.

Sekujur bodi Fennek memiliki ketahanan balistik setara standar NATO STANAG 4569 level 1 yang dapat menahan peluru caliber 7,62mm. Cakupan visual pengemudinya terbilang luas, selain berkat penempatan tempat duduk pengemudinya paling depan dibanding awak lainnya, juga ditunjang dengan kaca balisitik tahan peluru yang terdiri dari tiga panel ( Menghadap depan, kanan ,dan kiri ). Urusan knalpotnya pun dibuat khusus dengan cara disamarkan dari tampilan luarnya sehingga meminimalisir suhu panas dari pembuangan knalpot sehingga ranpur ini tergolong memiliki jejak radiasi panas yang cukup rendah dibanding ranpur lain yang sejenis.

Untuk mendukung misi pengintaian di garis depan, Fennek dilengkapi seperangkat sensor yang terpasang pada dudukan berupa tiang teleskopis yang dapat di stel ketinggiannya. Perangkat sensor buatan Rheinmetall Defence Electronic yang disebut BBA ini terdiri dari dual camera, laser rangefinder, dan laser target designator. Dual camera BBA terdiri dari thermal imaging camera berjangkauan 8 km. Selain itu tersedia ground vibration sensor yang mampu mendeteksi getaran pergerkan kendaraan dalam radius 5 km. Fennek juga dilengkapi system navigasi yang sangat akurat, terdiri dari INS dan GPS yang terhubung dengan digital datalink and   communication standar AD Jerman.

Dalam taktik penyerangan AD Jerman, Fennek ditugaskan untuk bergerak diam-diam sejauh mungkin di depan satuan MBT AD Jerman untuk memberikan informasi pergerakan musuh.

Walaupun ranpur ini tidak diharapkan baku tembak dengan lawan tapi ranpur ini memiliki armor lumayan yang telah terbukti waktu di Afghanistan, sebuah Fennek AD Jerman yang berbasis di pangkalan Prancis, suatu hari di hantam telak oleh sebuah RPG. Roketnya menembus rumah roda kanan sehingga pintu sisi kanan terlepas dari engselnya. Walapun Fennek tersebut rusak berat, para awaknya tetap selamat dengan mengalami luka-luka. Itu bukan sebuah hasil buruk bagi ranpur yang tidak diharapkan untuk kontak langsung dengan lawan.

Penulis     : Adam Yusa

Rubah Besi Yang Menakutkan “FENNEK” | Lucy | 4.5

Berita Lainnya