Pengertian Rukun, Contoh Qiyas, Istishhab, Ijtihad, Ijtihad, Ijma

Share:

Pengertian Rukun, Contoh Qiyas, Istishhab, Ijtihad, Ijtihad, Ijma – Dalam menetap kan hukum dalam Islam ada beberapa metode untuk menemukan setiap masalah yang muncul dalam problematika kehidupan manusia saat ini. Berikut ini adalalah beberapa jawabannya.

QIYAS : Pengertian qiyas

  1. Menurut bahasa

Qiyas jika ditinjau dari segi bahasa yaitu : penyerupaan (mirip) sesuatu dengan yang lainnya.

  1. Menurut istilah

Qiyas jika ditinjau dari istilah maka ia menjelaskan sesuatu yang tak ada nashnya pada Al Qur’an dan hadits dengan metode membandingkan dengan sesuatu yang ditetapkan hukumnya berdasarkan nash.

  1. Rukun Qiyas

Qiyas mempunyai empat rukun yaitu :

  1. Ashl {pokok} , yaitu suatu kejadian yang telah ada nashnya, kemudian yang dijadikan tempat mengkiyaskan . Ashl  maqis alaih {yang dijadikan sebagai tempat mengkiyaskan}, mahmul alaih {sebagai tempat membandingkan}, atau musyabbah bih (sebagai tempat menyamai).
  2. furu’ {cabang}, suatu kejadian yang yang tak ada nashnya. maqis  juga sebutan untuk atau musyabbah (yang disamakan).
  3. hukum ashl , adalah hukum syara’ yang dikukuhkan oleh suatu nash.
  4. Illat , merupakan suatu sifat yang ada pada hukum asal, karena adanya sifat itulah dianya ashl mempunyai suatu hukum.
  1. Kehujjahan Qiyas

Hampir semua ulama bersepakat untuk menjadikan Qiyas sebagai  hujjah syar’i dan merupakan bagian dari sumber hukum yang ke-4 dari sumber hukum yang lain.

Salah satu ayat Al Qur’an yang dijadikan sebagai dalil dasar hukum qiyas yaitu firman Allah:

“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (Qs.59:2)

Dari firman Allah di atas memberikan makan bahwa Allah Swt memerintahkan hambanya untuk ‘mengambil hikmah/pelajaran’, makna kata I’tibar pada ayat ini yaitu melewati, melampaui, memindahkan sesuatu kepada yang lainnya. Begitu pula makna qiyas dianya melampaui suatu hukum dari pokok kepada cabang maka menjadi (hukum) yang diperintahkan. Hal yang diperintahkan ini mesti diamalkan. Karena dua kata tadi ‘i’tibar dan qiyas’ memiliki pengertian melewati dan melampaui.

  1. Contoh Qiyas

Contoh Qiyas itu sangat banyak salah satunya adalah contoh qiyas mengenai Hukum meminum khamar (minuman yang memabukan), nash hukumnya sudah gambarkan dalam Al Qur’an yaitu hukumnya haram. Sebagaimana firman Allah Swt:

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Qs.5:90)

Haramnya minuman ini karena meminum khamr memiliki dasar illat hukumnya itu  memabukan. Dengan demikian setiap minuman yang ada di dalamnya illat yang sama dengan khamar maka hukumnya  minuman itu adalah haram.

Pengertian ijma : Ijmak atau Ijma’ (إجماع)  yaitu kesepakatan dari para ulama ketika menetapkan suatu hukum  di dalam agama yang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits dalam suatu peristiwa yang terjadi.
 
Pengertian istihsan : istihsan  ( استحسان) adalah kecondrongan seseorang pada sesuatu karena mengirannya lebih baik, dan ini dapat bersifat lahiriah (hissiy) maupun  maknawiah; walaupun hal itu dikatankan tidak baik oleh orang lain.
 
Pengertian ijtihad : Ijtihad (اجتهاد) adalah sebuah ikhtiar yang sangat serius, yang sebenarnya bisa dijalankan oleh siapa saja yang telah berusaha untuk mencari ilmu guna  memutuskan suatu perkara yang tidak dijelaskan dalam Al Quran dan hadis dengan syarat memakai akal sehat juga pertimbangan matang.
Pengertian istishab : Istishab {الِإسْتِصْحَابُ} menurut etimologi diambil dari kata istishaba yang dalam sighat istif’al (اِسْتِفْعَالِ) yang memiliki arti : اِسْتِمْرَارُ الصَّحَبَهْ. jika kata الصَّحَبَهْ dimaknai dengan pengertian sahabat atau teman serta اِسْتِمْرَارُ dimaknai selalu atau terus menerus, oleh karena itu istishab secara makna Lughawi dimaknai selalu menemani maupun selalu menyertai.
 
Istishhab secara makna bahasa yaitu menyertakan, membawa serta dan tidak melepaskan sesuatu. Al-Asnawy (w. 772H) memberikan pengertian Istishhab dengan makna penetapan (keberlakukan) suatu hukum kepada suatu perkara di masa selanjutnya didasari oleh   hukum itu sudah berlaku sebelumnya, dikarenakan tak adanya suatu hal yang mengharuskan terjadinya perubahan (hukum tersebut).”
Pengertian Rukun, Contoh Qiyas, Istishhab, Ijtihad, Ijtihad, Ijma | Lucy | 4.5

Berita Lainnya