Megawati Instruksikan Tolak Kenaikan BBM Tahun 2013

Megawati Instruksikan Tolak Kenaikan BBM Tahun 2013

Megawati Instruksikan Tolak Kenaikan BBM Tahun 2013Berita Terbaru Hari Ini – Partai yang satu ini adalah partai yang telah ada sejak lama dan digaungkan sebagai partai pembela wong cilik ” rakyat kecil” yang tak mampu. Itulah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Mereka telah memiliki sejarah begitu panjang untuk menolak setiap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Masih belum bisa dilupakan ketika pemerintahan SBY akan menaikan BBM pada tahun 2013 yang lalu, Ketua Umum PDIP yaitu Megawati Soekarnoputri memerintahkan kepada seluruh kader partainya untuk menggunakan spanduk ataupun  baliho yang berbunyi penolakan kepada rencana pemerintah SBY untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk mengurangi subsidi.

Pada saat itu salah satu kader PDI-P mengakui bahwa petinggi partai mereka menginstruksikan untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. seperti yang dikatakan oleh Ribka. Mereka kader partai diharuskan menaikan sepanduk dan baliho dengan bunyi monolak kenaikan BBM, ini berlaku diseluruh Indonesia.

Berdasarkan hemat Partai ini kenaikan BBM merupakan tidak tepat,  Keinginan SBY untuk menaikan BBM pada Tahun 2013 merupakan kebijakan pemerintah  tidak tepat. Efek dari kenaikan BBM sangat berdampak kepada masyarakat golongan menengah ke bawah. dengan kenaikan BBM tentunya akan membuat bahan yang lain nya juga ikut naik. Diduga kebijakan mengubah subsidi dengan menggunakan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sangat syarat dengan muatan politik menjelang Pemilihan Legislatif yang akan diadakan pada tahun 2014.

Partai ini mengungkapkann , seharusnya pemerintahan SBY melihat kesusahan rakyat.  Dimana kenaikan harga BBM ditetapkan mendekati Ramadhan dan pada saat yang bersamaan dengan kenaikan jenjang pendidikan.

masih merut Ribka bahwa partai ini akan berjuang di dilegislatif dan jika gagal mereka partai PDI-P akan berjuang berasama Rakyat untuk menggagalkan kenaikan harga BBM dengan mengerahkan massa yang tidak terhitung jumlahnya.

Seperti yang terjadi saat ini pada tahun 2014, Keadaan berubah begitu drastis, ketika PDI-P melalui calon yang mereka usung menjabat presiden dan orang nomor satu di Indonesia. Sang Jokowi memenangi pemilu Presiden yang dikenal merakyat dengan jargon “salam  dua jari” dan ” dari rakyat”  justru mengusulkan kenaikan BBM kepada SBY, menjelang turunnya dari jabatan SBY didesak untuk segera menaikkan harga BBM oleh Jokowi sebelum dia naik jadi presiden. Namun SBY menolak permintaan ataupun desakan itu sampai dia digantikan oleh Jokowi. Hingga pada akhirnya, dihari Senin malam (17/11), Jokowi dengan resmi menaikan harga BBM. Dengan harga premium semula Rp. 6500/liter berubah naik menjadi Rp  8.500/ liter dengan penaikan sebesar 2000.

Sehingga Jargon yang dulunya dari “salam dua jari” menjadi “salam dua ribu”, ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat dan para netizen pengguna media sosial di internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *