Pacaran

Bagaimana Hukum Pacaran Dalam Islam Dan Ini Rahasia Ilmiahnya

Bagaimana Hukum Pacaran Dalam Islam Dan Ini Rahasia Ilmiahnya – Pacaran adalah suatu proses perkenalan diantara dua anak adam yang masuk kepada tahap pencarian persamaan antara keduannya yang berupaya untuk menuju kehidupan berkeluarga(pernikahan).  Biasanya tahap ini adalah tahap dimana seseorang sudah menginginkan teman hidup untuk menemaninya sampai tua. Pacaran dimasa lalu sangat berberda dengan masa sekarang.

Pacaran dimasa lalu jika kita lihat secarah akan kita temukan bahwa orang yang berpacaran itu kebanyakan malu-malu dan masih dianggap tabu. Bahkan Jika berkumpul antara wanita dan pria mereka tidak berpikiran yang macam-macam. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dimasa lalu juga ada pacaran yang tampak seperti sekarang bedanya dulu tidaklah terang-terangan karena dianggap menodai tata krama atau hukum suatu agama.

Pacaran yang sering kita dengarkan dari orang tua atau cerita orang di masa lalu sangat berbeda dengan zaman sekarang. Orang yang berpacaran untuk bertemu saja malu, dan mereka mengirim suratnya untuk mengungkapkan perasaan hatinya. Hubungan anak manusia ini rata-rata dilakan oleh orang yang telah dewasa.

Proses pacaran dimasa lalu lebih condrong kepada pernikahan karena orang yang berhubung dan menjalin komunikasi untuk menyesuaikan kecocokan diantara keduanya. Pacaran merupakan suatu tradisi yang memiliki variasi dalam penerapannya serta sangat dipengaruhi oleh tradisi seseorang dalam masyarakat. Pacaran itu menurut mereka adalah suatu proses pendekatan untuk  pengenalan pribadi sehingga akhirnya menjalani jalinan afeksi yang ekslusif.

Baca :Bagaimana Hukum Bagi Pelaku Onani dan Masturbasi Dalam Islam

Baca :Bagaimana Hukum Mengeluarkan Mani (Sperma) di Luar Kemaluan Istri

Proses pacaran tersebut sangat tergantung oleh agama serta kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Namun, dimasa kini proses pacaran telah mengalami pergeseran persepsi, sekarang seseorang disebut pacaran jika sudah  menjalin hubungan jalinan cinta kasih yang mengarah kepada aktivitas-aktivitas seksual seperti percumbuan, berpelukan, berboncengan saling suap dan yang paling parah adalah terjadinya hubungan intim diantara kedua anak manusia ini.

Pada zama sekarang ini kehancuran moral dan aqidah dari anak manusia ini makin hancur.  Hubungan yang dijalin saat ini kebanyakan adalah hubungan pacaran yang sudah melanggar norma hukum, norma agama, dan norma sosial di Indonesia.  Pacaran saat ini telah mengarah kepada perusakan generasi muda, yang dibuai dan dimabukan oleh kata-kata romantis serta rayuan yang berujung kepada ke maksiatan. Pacaran yang demikian ini diciptakan oleh media masa seperti televisi yang menanyangkan sinetron dan film yang merusak pikiran remaja bahkan anak-anak.

Efek dari penyangan dari televisi yang menanyangkan senetron dan film yang mempertontonkan orang dewasa pacaran dan bahkan ada film yang menjadikan anak-anak dibawah umur sebagai peran yang sedang melakukan proses pacaran seperti yang diperangkan oleh anak SD, SMP dan SMA.

Hal ini ternyata dipraktekan dalam kehidupan nyata, dimana anak SD, SMP dan SMA saat ini telah berani berpacaran. Bahkan mereka memperlihatkan bukti kalau mereka sedang mencintai seseorang dengan mengupload foto mereka sedang bergandengan tangan, sedang berpelukan dan sedang berciuman. Perbuatan tak senonoh dan perbuatan maksiat tidak bisa mereka hindari tak kala mereka memiliki kesempatan berduan di tempat sepi mereka melakukan hubungan badan.

Ini untuk menunjukan bahwa wanita itu mencintai si lelaki dan si lelaki mencintai wanita itu. Yang paling parah adalah mereka melakukan perbuatan mesum setelah menonton filem mesum 3gp yang sehingga meningkatkan birahi antara kedua insan ini. Hal ini sudah menjadi rahasia umum, apa lagi setalah ditemukannya berbagai gambar-gambar tak senonoh yang tersebar di internet dan video mesum 3gp yang diperankan oleh anak SD, SMP dan SMA.

Lalu Bagaimana Hukum Pacaran Dalam Islam 

Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32).

Pengertian pacaran yang dipraktekan oleh generasi muda saat ini tidak ada dalam Islam. Islam tidak pernah memperkenalkan istilah pacaran seperti yang digambarkan diatas. Dalam Islam yang ada adalah  “Khitbah : masa tunangan”. Khitbah : masa tunangan merupakan suatu proses perkenalan antara kedua belah pihak, dimana jika khitbah putus maka tidak seperti kalau putusnya setelah nikah. Khitbah : masa tunangan yang dilakukan biasaya didampingi oleh orang ketiga, mereka boleh  bertemu serta berbincang-bincang dengan posisi duduk tidak terlalu dekat duduknya dengan si wanita.

Pandangan Islam terhadap proses pacaran yang dilakukan oleh generasi muda saat ini merupakan pacaran yang telah merah kepada perbuatan yang melanggar berbagai norma terutama norma agama Islam, Islam dalam hal ini mengharamkan Pacaran.

Kenapa Pacaran Diharamkan Dalam Islam

Pada tahun 2012, sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti University of St. Andrews di Inggris mengungkapkan sebuah Rahasia mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan. Mereka melakukan penelitian dengan meneliti efek jika fisik wanita tersentuh oleh Laki-laki dan sebaliknya. Penelitian ini berupaya melihat gejala yang ditimbulkan oleh sentuhan dari dua makhluk yang berlainan jenis kelamin ini dan hasilnya adalah suhu kulit tubuh wanita itu akan meningkat, terutama di bagian wajah dan dada.

Penelitian yang diberinama “The Touch of a Man Makes Women Hot” telah dipublikasikan pada tanggal 29 Mei 2012 memberikan fakta bahwa sentuhan dari laki-laki terbukti dapat membakar gairah wanita.

Tentunya kami tidak akan memperpanjang secara lebar hasil dari penelitian tersebut, karena kesimpulannya adalah setiap sentuhan yang terjadi diatara perempuan dan pria maka akan terjadi peningkatan suhu dan gairah nafsu keduanya.

Jauh sebelum temuan ini didapat Islam telah menjelaskan dalam Al Quran dan Hadist bahwa perbuatan itu dapat memicu kepada perbuatan zina.  Oleh Karenanya Islam mengharamkan berpacaran untuk mencegah dari persentuhan seperti berpelukan dan sentuhan lainnya dengan lawan jenis sebelum terjadinya pernikahan karena sentuhan tersebut melahirkan munculnya gerakan otak, kemaluan dan nafsu.

 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

PENCEGAHAN

Untuk mencegah terjadinya suatu perbuatan yang akan melanggar aturan dan hukum Allah, maka Islam juga menyediakan solusi untuk menghindari perbuatan Zina tersebut. Sehingga kita akan terjauh dari azab yang Allah berikan karena pebuatan dari kesalahan kita sendiri. Berikut tuntunan dalam Islam untuk mencegah perbuatan zina.

Berikut ini adalah pencegahan agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan :

  1. Menjauhi perbuatan berdua-duan anatara pria dan wanita yang bukan mahram karena yang ketiga adalah syetan.
  2. Berusaha menjaga pandangan mata karena matalah yangmengawali semuannya. Pandang yang mengarah kepada perbuatan zina merupakan pandangan yang sangat dibenci.   
  3. Untuk wanita Hendaknya untuk menjaga aurat mereka dengan menutupnya sesuai dengan syariat Islam sehingg tidak menggunakan pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya. 
  4.  Hadist yang telah ada diatas dapat dijadikan acuan untuk mencegah perbuatan zina.
  5. Menikahlah agar dapat menjaga pandangan mata, hati, jiwa sertakehormatan.
  6. Islam menganjurkan untuk yang belum siap menikah, Untuk melakukan puasa dan berolahraga serta perbuatan positif lainnya.
  7. Menjaga pandangan mata serta telinga dari hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat
  8. Yang paling penting adalah mendekatkan diri kepada Allah, dengan cara membaca Al-Qur’an, berzikir, membaca shalawat, shalat berjamaah di Masjid, hadir di pengajian-pengajian serta bergaul dengan orang-orang yang shaleh

Jika anda telah membaca tulisan ini, kami berharap anda mengaminkan doa ini

Ya Allah Ampunilah kami dari perbuatan-perbuatan yang telah kami lakukan

Ya Allah Jauhkanlah Anak dan keturunan kami dari Perbuatan yang mendekati zina

Ya Allah jadikanlah Keturunan kami menjadi anak yang soleh dan sholehah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *