All posts by Lucy

Alutsista Militer Indonesia Akan Makin Mengerikan Dengan Sentuhan Ilmuwan Indonesia

Alutsista Militer Indonesia Akan Makin Mengerikan Dengan Sentuhan Ilmuwan Indonesia – Metode Repetitive Press Roll Forming (RPRF) merupakan metode terbaru yang dikembangkan oleh Agus Pramono, Ph.D dari Tallinn Institute of Technology Estonia, sebuah Negara Nordic – Baltic kawasan Eropa Utara yang dulu merupakan pecahan dari Negara Uni Soviet, yang kini bernama Rusia.  Metode ini merupakan penyempurnaan metode Accumulative Roll Bonding (ARB) yang dikembangkan oleh ilmuan Jepang Nobuhiro Tsuji. Untuk menghasilkan logam berkekuatan tinggi proses ARB memerlukan pengulangan tekanan rolling sampai puluhan kali, bahkan untuk logam baja industri pengulangan bisa mencapai 18 kali, namun dengan menggunakan metode RPRF tidak diperlukan pengulangan untuk menghasilkan material berkekuatan tinggi dengan sifat ringan.

Dosen Metalurgi Universitas Negeri Tirtayasa Banten ini mengembangkan metode RPRF untuk aplikasi perangkat kemiliteran, saat ini persyaratan teknis untuk produk perangkat militer dibutuhkan persyaratan; kekuatan tinggi dengan bahan yang ringan, hal ini sesuai dengan metode RPRF yang mampu menghasilkan kekuatan tinggi dengan sifat yang ringan. Selain untuk aplikasi perangkat kemiliteran, di Eropa perusahaan seperti Metallicum telah mengkhususkan diri dalam logam berstruktur nano. Saat ini teridentifikasi lebih dari 100 pasar khusus untuk nano-metals dalam bidang aerospace, transportasi, peralatan medis, pengolahan produk olahraga, makanan dan bahan kimia serta bahan bahan piranti elektronik.

Alutsista Militer Indonesia Akan Makin Mengerikan Dengan Sentuhan Ilmuwan Indonesia
 

Hasil Rancangan metode RPRF tersebut telah dipresentasikan di beberapa Negara di kawasan Eropa dan Rusia, dintaranya di Helsinki pada 24 Januari 2015, di Moscow, Rusia pada 7 Mei 2015. Dalam manivesto moskow yang dihadiri duta besar Indonesia untuk Rusia Dosen yang juga merupakan Rois Aam Pembina PCI NU Rusia ini juga sempat merekomendasikan kemutakhiran perangkat kemiliteran terkait rencana dan strategi pertahanan yaitu: 1) Menetapkan secara jelas standarisasi, spesifikasi, dan perangkat kemiliteran sesuai dengan sektor pertahanan (darat, laut dan udara). 2) Meningkatkan kecakapan personil TNI berupa keahlian dalam perangkat kemiliteran. Manivesto tersebut direkomendasikan kepada duta Besar Indonesai untuk Rusia bapak Djauhari

Oratmangun untuk diteruskan kepada pemerintah Reublik Indonesia dalam hal ini adalah Departemen Pertahanan dan Keamanan sebagai pemangku kebijakan.

Konferensi berikutnya diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Nordik-Baltik di Stockholm yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Swedia pada 5 Desember 2015, Agus kembali memaparkan penemuannya kepada audiens yang dihadiri para mahasiswa Indonesia di kawasan Negara Eropa Utara seperti Pelajar-pelajar dari Swedia, Denmark, Finlandia dan Norwegia.

Alutsista Militer Indonesia Akan Makin Mengerikan Dengan Sentuhan Ilmuwan Indonesia
 

Dalam pemaparannya Dosen yang hobi main musik ini berharap agar Indonesia juga menerapkan metode RPRF untuk perangkat kemiliteran di semua sektor fabrikasi pembuatan perangkat kemiliteran sesuai dengan rekomendasi yang pernah dituangkan dalam kesepakatan manivesto moskow. Dalam penelusuran literaturnya teknologi Severe Plastic Deformation atau dalam kalangan industri yang lebih dikenal dengan istilah advanced metal forming. Beberapa metode selain RPRF diantaranya; Reversed shear spinning (RSS) dari German, Metode Accumulative Press Bonding (APB) dari UK dan Accumulative continuous extrusion (ACE) hasil penemuan Yongfeng Shen ilmuwan China akan diterapkan oleh Russia dan Negara-negara anggota NATO untuk aplikasi perangkat ALUTSISTA yang mulai diproduksi pada pertengahan tahun 2017.

Gus Pram sapaan akrab dosen yang hobi main musik ini berharap Indonesia juga bisa menjadi negara yang akan menerapkan beberapa teknologi yang awalnya berasal dari Russia tersebut. Teknologi ini pertama kali dibangun untuk perangkat kemiliteran di Soviet saat itu. Sejarah mencatat bahwa beberapa ilmuwan Russia yang telah mengembangkan riset hingga menjadi produk perangkat militer dari senjata maupun peralatan kendaraan tempur. Selain Mikhail Kalashnikov yang mengembangkan AK-47, ilmuwan Russia yang telah mengembangkan dan melakukan riset kemiliteran sejak tahun 1979 adalah Vladimir Segal dilanjutkan pada tahun 1980 oleh Alexander Merzhanov dan pada tahun 1997 oleh Ruslan Valiev. Ilmuwan Russia tersebut mengembangkan dari skala laboratorium hingga menjadi perangkat kemiliteran. Teknologi Equal Channel Angular Extrussion (ECAE) yang digagas oleh Vladimir Segal kemudian disempurnakan oleh Ruslan Valiev yang kemudian menjadi Equal Channel Angular Pressing (ECAP) dan High Pressure Torsion (HPT).

ilmuwan-3 ilmuwan-4

Sedangkan teknologi lain Self-propagating High-temperature Synthesis (SHS) yang dikembangkan oleh Alexander Merzhanov lebih mengarah ke aplikasi senjata dan mesiu. Sampai saat ini perangkat tersebut banyak dikembangkan oleh Russia maupun Negara-negara anggota NATO dalam kerjasama riset untuk membangun kemutakhiran perangkat kemiliteran. Dan selama kurun waktu 4 tahun belajar di bekas Negara pecahan Uni Soviet tersebut Agus Pramono yang juga pernah mengajar di AURI Halim Perdana Kusuma ini telah melakukan eksperimen menggunakan semua metode tersebut mulai dari ECAP, ARB dan SHS sampai munculnya ide RPRF di pertengahan tahun 2015. Dia berharap sebagai anak bangsa metode RPRF ini mampu membangun transformasi ipteks kemiliteran di Indonesia sehinga Indonesia tidak perlu lagi melakukan revers teknologi dari Eropa sehingga Indonesia akan menjadi terdepan dalam teknologi perangkat kemiliteran di kawasan Asia – Afrika.

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong – Lima Persenjataan dari Rusia yang harus diborong oleh Indonesia, Indonesia memiliki wilaya yang luas dan jumlah personil yang besar. Untuk memenuhi kebutuhan pertahanan guna melindungi wilayah Indonesia maka 5 alutsista terbaru ini sangat cocok untuk Indonesia.

1, Peluncur Granat AGS-30

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong

Kementerian Pertahanan Rusia (MoD) menggantikan persenjataan tripod-mount peluncur granat otomatis (AGL) 30x29mm AGS-17 Plamya (Fire) dengan Peluncur granat AGS-30 , menurut sumber dalam industri pertahanan Rusia.

AGS-30 man-portable, tripod-mount AGL dikembangkan oleh KBP pada tahun 1990-an sebagai pengganti AGS-17 Plamya. AGS-30 memiliki berat tempur 29,7 kg (termasuk tripod-mount 16 kg dan logam kotak gendang 30-putaran 13,7 kg), panjang 840 mm (termasuk per barel dari 290 mm), tingkat menembak dari 390-425 putaran per menit, moncong kecepatan 185 m / s dan jarak tembak dari 1.700 m. Peluncur dilengkapi dengan PAG-17 2.7x pemandangan optik. Upgrade varian AGS-30 AGL termasuk dalam kit persenjataan dari ‘prajurit masa depan’ Ratnik kit

https://www.youtube.com/watch?v=zWm6t8ZYFpI

2, Rompi Anti Peluru

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong

rompi 6B45 multirole pelindung tubuh rompi yang telah dikembangkan oleh perusahaan Techinkom berbasis Petersburg Saint. MoD sudah termasuk 6B45 rompi di ‘prajurit masa depan’ Ratnik kit . Yang digunakan untuk pasukan masa depan Rusia

Varian dasar 6B45 (NIJ III / tingkat BR5, perlindungan terhadap peluru inti 5.56x45mm SS109 baja) memiliki berat sekitar 8 kg dan daerah perlindungan / fragmen balistik dari 15-16,4 / 45-50 decimeters persegi masing-masing. 6B45 telah menerima Molle sistem / PALS dimaksudkan untuk lampiran berbagai kantong.Menggabungkan dua piring Granit armor keramik disimpan dalam kantong frontal dan belakang masing-masing.

6B45 adalah rompi tahan peluru modular. Ini terdiri bagian frontal dan belakang dan bahu lembut-armor dan perlindungan sisi. Rompi dapat terkelupas dalam waktu kurang dari 3 detik, menggunakan sistem penurunan darurat khusus. Karena Molle / PALS sistem, semua jenis kantong amunisi modern dapat melekat 6B45.

https://www.youtube.com/watch?v=5FpnleN6yo8

3, Kornet-D1 Anti-Tank

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong

Angkatan Bersenjata Rusia telah mulai menerima Kornet-D1 anti-tank sistem rudal self-propelled (SPATGM) dipandu. Beberapa SPATGMs Kornet-D1 yang ditunjukkan di parade 9 Mei pada Hari Kemenangan di Moskow pada tahun 2015. 

Sistem ATGM man-portable  9K115-2 Metis-M1 SACLOS dikembangkan pada awal 2000-an. Ini memiliki berat tempur 29,8 kg dan dapat diangkut oleh tiga prajurit. Prajurit pertama membawa gantungan dengan peluncur dan satu rudal (23,8 kg total), yang kedua – gantungan dengan dua rudal (28,6 kg total) dan yang ketiga – gantungan dengan sistem pengamatan dan suku cadang (9 kg total ). Metis-M1 dapat melakukan penerjunan dalam satu wadah terpisah, menyediakan kemampuan anti-tank pasukan udara.Memiliki jarak tembak maksimum 2.000 m.

https://www.youtube.com/watch?v=DOil5a626Ik

Sistem ini terdiri dari peluncur man-portabel dan penglihatan inframerah dengan imager termal terintegrasi.Metis-M1 dapat ditembakan 9M131M anti-tank rudal dengan hulu ledak tandem dan 9M131FM serbaguna dipandu rudal dengan hulu ledak thermobaric. 9M131 AT rudal memiliki kemampuan armor-piercing dari 900-950 mm RHA belakang baja reaktif eksplosif (ERA). 9M131FM rudal dapat secara efektif menghilangkan kedua personil bermusuhan dan instalasi insinyur di medan perang modern.

Menurut Stockholm International Peace Research Institute`s basis data (SIPRI) transfer senjata, Rusia telah memasok Kornet-E ATGMs ke Aljazair (5300 rudal), Azerbaijan (100 rudal), Eritrea (80 rudal), Yunani (1100 rudal), India (3.000 rudal), Irak (300 rudal), Jordan (2000 rudal dan 200 peluncur), Maroko (100 rudal), Peru (288 rudal), Sudan (100 rudal), Suriah (2.500 rudal), Turki (800 rudal dan 80 peluncur) dan Uganda (1.000 rudal). Bahrein telah menjadi pengguna pertama untuk Kornet-EM, memiliki memerintahkan 100 rudal pada tahun 2014. Pada tahun 2014, Namibia memerintahkan 100 Kornet-E ATGMs.

Metis-M / M1 sistem ATGM telah disediakan untuk Aljazair (500 rudal), Bangladesh (1.200 rudal), Hongaria (2.100 rudal), Malaysia (100 rudal), Korea Selatan (2.700 rudal) dan Suriah (500 rudal).

https://www.youtube.com/watch?v=bb7nmGXxlqo

4, Senapan serbu AK-400

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong
5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong

AK-12 senapan serbu terbaru yang dikembangkan oleh Izhmash tidak sepenuhnya memenuhi semua persyaratan Forces` khusus untuk senapan serbu organik. Pasukan Khusus memerlukan senapan serbu yang lebih kompak. Ini harus relatif kompak dan cocok untuk operasi penyerangan, pendaratan pesawat  dan operasi khusus di hutan itu.

AK-400 terutama ditujukan untuk Pasukan Khusus SBP`s  dan Operasi Khusus Pusat FSB`s (SOC) yang mencakup legendaris Alfa dan Vympel tim. Kepedulian Kalashnikov tidak mengungkapkan spesifikasi dari senjata api baru secara maksimal. AK-400 akan memiliki panjang 940 mm dan berat sekitar 3 kg. The rifle`s mekanisme menembak akan menggabungkan 3-putaran meledak modus menembak. Senjata api yang seharusnya dilengkapi dengan rel Picatinny untuk ruang lingkup dan berbagai aksesoris. Menurut sumber itu, AK-400 dapat menggantikan sebagian AK-74m senapan serbu dalam pelayanan dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

Modifikasi terbaru dari AKS-74U memiliki berat tempur 3 kg (tanpa lingkup), panjang 730 mm (dengan saham dilipat), tingkat penembakan 650-700 putaran per menit, moncong kecepatan 735 m / s, sebuah lapangan tembak efektif 300 m. Hal ini disuplai dari 30-putaran majalah standar AK-74.

5, Sistem pertahanan udara Pantsir-S2

5 Persenjataan Terbaru Rusia Untuk Indonesia Borong

Sistem pertahanan udara Pantsir-S2 adalah versi perbaikan dari Pantsir-S1 yang menggunakan peluncur rudal dan anti-pesawat yang sama . Pantsir-S2 dapat meluncurkan rudal permukaan-ke-udara baru yang meningkatkan jangkauan dari 20 sampai 30 km. Sistem Pantsir-S2 juga dilengkapi dengan radar pencari sots S-band baru untuk dapat meningkatkan jangkauan deteksi dari 36 km sampai lebih dari 40 km. Kolonel Yuri Muravkin, wakil komandan pasukan pertahanan udara sudah mengumumkan bahwa tentara Rusia akan mendapatkan versi upgrade dari sistem Pantsir S-1 sistem pertahanan udara dan rudal baru. Pantisr-S2 Baru  telah masuk dalam layanan dengan tentara Rusia pada 2015. Hal itu dikerahkan di Suriah untuk melindungi pasukan angkatan udara Rusia di pangkalan udara Hmeymim di Latakia.

Rudal Tercanggih Rusia Dan India Laris Manis Termasuk Malaysia

Rudal Tercanggih Rusia Dan India Laris Manis  – Rusia dan India telah sepakat untuk memberikan rudal jelajah BrahMos ke negara ketiga, khususnya, Uni Emirat Arab, Vietnam, Afrika Selatan dan Chile, juru bicara Rusia-India BrahMos Aerospace Perusahaan Praveen Pathak mengatakan TASS pada Senin, 30 Mei, 2016.

Dengan adanya penjual ini maka akan sangat jelas bahwa rudal buatan Rusia dan India akan laris manis.“Pembicaraan dengan Uni Emirat Arab, Chili, Afrika Selatan dan Vietnam untuk pengiriman BrahMos supersonik rudal jelajah berada pada stadium lanjut,” kata juru bicara itu.

“Seperti Rusia adalah mitra India dalam usaha bersama mereka untuk BrahMos, itu penting untuk menerima persetujuan sebelum menandatangani kontrak pengiriman,” tambah juru bicara itu.

“Juga, pembicaraan akan diadakan untuk membicarakan pengiriman rudal tersebut ke beberapa negara lain, khususnya, Filipina, Korea Selatan, Aljazair, Yunani, Malaysia, Thailand, Mesir, Singapura, Venezuela dan Bulgaria,” kata Pathak.

Menurut juru bicara itu, kontrak untuk pengiriman BrahMos rudal jelajah ke Uni Emirat Arab akan ditandatangani segera, kira-kira, pada akhir 2016 “India dan Rusia memiliki hubungan baik dengan negara ini”. “Tidak akan ada masalah dengan pengiriman rudal BrahMos ke negara ini karena tidak ada konflik kepentingan di sini,” tambahnya.

 

https://www.youtube.com/watch?v=F6wo4oeSAMI

“Adapun Vietnam, situasinya tidak begitu jelas di sini sebagai India harus mengambil ke posisi akun China pada pengiriman senjata ke negara ini. Situasi ini juga telah terpengaruh oleh konflik lama antara Cina dan Vietnam lebih perbatasan laut,” Pathak kata.

“Kami berharap negara-negara sahabat India atau Rusia iyang tidak memiliki konflik, menjadi tertarik untuk membeli rudal-rudal kami”, kata juru bicara itu.

Indonesia Sendiri tidak dikabarkan dalam laporan ini, artinya Indonesia tidak memiliki pesanan khusus untuk rudal Ini. Rudal Indonesia sendiri yang di dapat dari Rusia adalah rudal Yakhont yang memiliki kemampuan mematikan.

secara alami Indonesia tidak memiliki rudal buatan dalam Negeri atau rudal buatan Indonesia. Namun, Indonesia dalam Proses mengarah kesana dengan berbagai uji coba dan penelitian terhadap roket.

Rudal Super Canggih Brahmos Berhasil Uji Tembak Darat

Rudal Super Canggih Brahmos Berhasil Uji Tembak Darat – Perusahaan patungan (JV) Rusia-India BrahMos Aerospace  telah berhasil diuji upgrade terbaru dari varian BrahMos rudal jelajah supersonik untuk penembakan darat, menurut departemen pers perseroan. Rudal jelajah supersonik telah melakukan uji-tembak selam 1200 jam di Pokhran berbagai bidang tembak di distrik Jaisalmer Rajasthan. 
“Sebuah versi lanjutan sistem rudal jelajah supersonik  BrahMos dari serangan darat telah berhasil menguji-tembak pada 27 Mei 2016 di Sektor Barat oleh Angkatan Udara India. Rudal ini telah berhasil menghancurkan dan dieliminasi target yang ditunjuk,” pernyataan dari BrahMos Aerospace.
 
“Sistem rudal BrahMos akan meningkatkan efektivitas tempur dari ketiga layanan dari Angkatan Bersenjata India, menyediakan efisien anti-kapal dan kemampuan  serangan darat  di medan perang modern,” tambahnya.
 
Menurut database transfer Stockholm International Peace Research Institute`s (SIPRI), BrahMos JV telah menghasilkan 450 rudal jelajah BrahMos dalam berbagai konfigurasi.
 
BrahMos adalah rudal jelajah supersonik jarak pendek dengan jangkauan 290 km dan kecepatan Mach 2,8 yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal, pesawat terbang atau darat . Ini adalah perusahaan patungan antara Federasi Rusia NPO Mashinostroeyenia dan Organisasi Pertahanan Penelitian dan Pengembangan (DRDO) India yang telah bersama-sama membentuk BrahMos Aerospace Private Limited.
 
Versi darat rudal BrahMos dipasang pada peluncur otonom mobile. Konfigurasi berbasis lahan mobile telah mencapai beberapa kemajuan selama bertahun-tahun dalam bentuk Blok I, Blok II dan varian Blok III.

Kendaraan Militer Canggih Self-propelled Terbaru Militer Georgia

Kendaraan Militer Canggih Self-propelled Terbaru Militer GeorgiaBerita Militer – Selama perayaan Hari Kemerdekaan negara Georgia, 26 Mei 2016, Badan Pertahanan negara tersebut telah meluncurkan prototyoe baru dari kendaraan pembawa mortir self-propelled dengan nama GMM-120.
Kendaraan 6×6 self-propelled  pembawa mortir 120mm Baru Georgia buatan GMM-120 dikembangkan dan dirancang oleh Perusahaan Pertahanan Negara Delta .
Prototipe GMM-120 sepenuhnya dikembangkan dan dirancang oleh Delta Perusahaan Pertahanan Negara yang bergerak dalam bidang Industri Pertahanan dan memberikan dukungan teknis untuk Angkatan Bersenjata Georgia untuk amunisi, kendaraan militer, bangunan khusus dan benteng pertahanan, pelaksanaan / penerapan sistem senjata baru dan mereka dukungan berikutnya, ranjau dan demiliterisasi.
 
GMM-120 didasarkan pada truk komersial MAN 6×6 chassis buatan Jerman yang dilengkapi dengan proteksi lapis baja termasuk awak kabin. Awak yang terdiri dari 6 orang, masing2 akan berada di depan kendaraan dan bagian belakang lambung dilengkapi dengan mortar 120mm yang terpasang pada meja putar.
Kendaraan Militer Canggih Self-propelled Terbaru Militer Georgia
Kendaraan Militer Canggih Self-propelled Terbaru Militer Georgia
 
GMM-120 dilengkapi dengan pengendalian penembakan modern dan sistem navigasi digital. Tingkat penembakan untuk sistem mortar adalah 15 putaran per menit dengan jarak tembak dari 480 m ke 7.100 m. Kendaraan dapat melakukan total 50 amunisi mortir.
 
Dalam posisi kendaraan bergerak, mortir 120mm disimpan di dalam kendaraan. Dalam waktu kurang dari beberapa menit, GMM-120 bisa siap untuk ditembak, dan 120mm dapat ditembakan melalui dua moncong besar di atap.
 
Untuk itu perlindungan diri, GMM-120 dipersenjatai dengan senapan mesin 12,7 mm dipasang di depan kabin atap awak.

Mengerikan Konspirasi Licik Amerika, Rusia Dan Sekutunya Untuk Dunia

Mengerikan Konspirasi Licik Amerika, Rusia Dan Sekutunya Untuk Dunia – Analisis, rusia yang ikut perang beberapa bulan saja bisa ambil keuntungan besar..biaya perang yang mereka keluarkan tidak seberapa. tapi nilai latihan dan manfaat perang mereka rasakan lebih besar selai bisa melatih pilot dan pasukan mereka, mereka juga berhasil menjual banyak senjata karena peralatan yang di tampilkan di Suriah diminati oleh banyak negara karena lebih unggul. jika tidak demikian rusia tidak pernah bisa pamer kekuatan untuk jual senjata.
hal yang sama di lakukan oleh Amerika yang menyerang negara lain untuk merampok negara lain dengan fitnah seperti afganistan, irak, libaya dll yang menyimpan banyak sumber daya alam, keuntungan kedua mereka menjual senjata mereka kepada negara yang dijajah dan kepada negara lain dengan mengatakan senjata kami telah terbukti di medan pertempuran dan layak untuk di beli. itulah kenapa mereka menjadi pengekspor senjata terlaris.
Gak mungkin Cina mengalahkan Rusia dan Amerika untuk penjualan senjata, karena senjata mereka tidak pernah terbukti. Senjata Cina laris karena hargannya saja yang lebih murah, sedangkan kualitas di medan tempur tidak pernah bisa mengalahkan rusia dan As.
Pahamilah Setiap konflik di belahan negara lain pasti ada aktor besar dibelakannya, timur tengah maupu Eropa. Jika bukan untuk menguasai daerah tersebut, mereka akan menjual senjata mereka kepada negara yang berkonflik. Amerika contohnya mereka mendukung perlawanan IRak dan Afganistan untuk melawan mujahidin yang mereka anggap Terorist. Tapi perhatikan senjata yang digunakan oleh kedua belah pihak yang berkonfliki buatan siapa? Ya Anda pasti tau Amerika dan Rusia, sangat kecil kemungkinan negara yang berkonflik memiliki senjata sendiri mereka lalai berkonflik karena aliran dan agama, jadi gak ada waktu buat dan menciptakan senjata moderen. Akhirnya mereka Borong semua senjata dari Amerika dan Rusia.
Jangan Heran kalau terjadi Bom dan pembunuhan di Negara mereka, itu mereka yang ciptakan CIA, MOssad, dan badan Itelijen sekutu mereka memainkan peran besar. Setelah bom di ledakan di negara barat mereka langsund menuduh ISlam. dan menyerang negara Islam tanpa Ampun yang pada akhirnya menguasai negara tersebut, contoh tragedi 11 September Amerika, dan yang baru-baru ini bom perancis. Dengan cepat mereka meyerang negara Suriah dan membunuh banyak anak kecill dan orang tak bersalah tapi dunia hanya diam. Pada akhirnya mereka mengatakan pesawat yang kami gunakan sangat canggih dan sudah terbukti di libya dan Suriah jadi sangat cocok untuk anda beli.
Kalau anda selama ini tidur sudah boleh bangun….mereka menciptakan konflik dan perang untuk menjual senjata dan juga merampok kekayaan negara lain. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia tidak perlu menggunakan BOM dan Senjata canggih untuk di kuasai, tapi cukup dengan Menyuap para koruptor maka izin untuk mengelola sumber daya alam Indonesia ini akan diberikan.
Silahkan keruk semua sumberdaya alam Indonesia, yang penting kami penguasa dapat jatah uang dari anda. Dan Uang yang asing berikan mereka kembali untuk kampaye di pemilu berikutnya. Jadi Indonesia hanya perlu kita nina bobok pakek uang dengan menyuap para Koruptor. Maka Ekonomi Indonesia akan Asing jajah.
APAKAH KITA BUTUH REVOLUSI YANG KEDUA?????

Indonesia Dan Rudal Tercanggih Dunia

Indonesia Dan Rudal Tercanggih Dunia – Peluru kendali (atau juga disebut sebagai rudal), merupakan peluru berpandu/misil dimana senjata roket canggih militer yang telah dibenamkan berbagai teknologi canggih kemudian dapat dikendalikan dengan kata lain memiliki sistem pengontrol otomatis guna mencari target atau menemukan arah sasaran. Dalam dunia militer yang digunakan sehari-hari, penggunakan istilah “misil” direferensikan kepada roket dengan menggunakna sistem kendali, berbeda dengan “roket” yaitu senjata yang digunakan atau roket tanpa sistem kendali. Daya hancur kedua nya hampir sama tergantung dari ukuran dan teknologi yang digunakan, perbedaan yang menonjol adalah penggunaan simstem kendali itulah perbedaan antara roket dan rudal {misil dengan roket}.
 
Negara pertama yang mengunakan Peluru kendali untuk sebuah operasi adalah negara Jerman yang menggunakan peluru kendali dalam Perang Dunia II. Peluru kendali yang paling terkenal adalah rudal V-1 dan rudal V-2, dari kedua rudal ini sama-sama menggunakan sistem autopilot simple untuk menjaga kesetabilan arah terbang peluru agar tetap pada yang rute yang telah ditentukan sebelumnya.
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarnoe, Indonesia memiliki peluru kendali atau rudal buatan Rusia yang mampu menjaga wilayah udara NKRI dari Belanda dan juga negara lainnya. Bahkan pada masa sang proklamator Indonesia sedang mengembangkan sistem peluru kendali buatan Indonesia [ rudal buatan Indonesia]. Yang diharapakan nantinya rudal itu akan mampu menjaga wilayah kedaulatan Indonesia. Dimulai dengan mengrim para insiur Indonesia ke negara sahabat untuk mempelajari sistam dan teknologi peluru kendali atau rudal yang akan diterapkan pada rudal Indonesia nantinya. Namun, usaha sempat sirna karena pergantian kepamimpinan hampir semua program Soekarnoe di hentikan. Kini Indonesia kembali bangkit setelah orde baru di jatuhkan, semangat menciptakan rudal buatan Indonesia kembali menggelora dimulai dengan menciptakan roket canggih yang mampu menjangkau tentangga.
1 Berbagai Jenis peluru kendali : 
⇒Peluru kendali balistik
⇒ Peluru kendali jelajah
⇒ Peluru kendali anti-kapal
⇒ Peluru kendali darat ke udara
⇒ Peluru kendali udara ke udara
⇒ Peluru kendali anti-tank
⇒ Peluru kendali anti-balistik
⇒ Peluru kendali anti-satelit
⇒ Joint Direct Attack Munition
⇒ Torpedo
2 Pemandu peluru kendali
⇒Pemandu radar
⇒ Pemandu inframerah
⇒Elektro-optikal
Peluru kendali balistik (rudal Balistik)
 
Rudal balistik adalah rudal yang menggunakan lintasan trayektori yang ditetapkan oleh balistik di sistem pengirimannya. Rudal dikendalikan khusus pada saat peluncuran saja. Rudal balistik yang pertama yang sangat mematikan adalah roket V-2 yang sangat populer dan menakutkan, roket ini dikembangkan oleh Nazi Jerman. Adapun pengembangan dari roket ini terjadi pada masa 1930-an sampai 1940-an atas perintah dari Walter Dornberger. Rudal balistik dapat diluncurkan dari peluncuran tetap seperti silo misil {seperti yang baru-baru ini heboh dengan Rudal balistik silo Iran yang diketahui dari peluncuran saat uji cobanya}, kendaraan peluncur (seperti yang dimiliki oleh AS, Rusia dan negara lainnya), pesawat(Rudal balistik juga dapat diluncurkan pesawat), kapal dan bahkan kapal selam. Proses peluncuran dari Rudal balistik dapat berlangsung dalam waktu puluhan detik hiungga beberapa menit. Adapun Trayektori rudal balistik dapat terdiri dari tiga proses yaitu proses peluncuran, proses terbang bebas dan proses memasuki kembali atmosfer Bumi.
 
Peluru kendali jelajah (Rudal Jelajah)
Rudal jelajah adalah rudal yang menggunakan sayap dan memakai jet sebagai energi penggerak. Rudal jelajah intinya merupakan jenis bom terbang. Rudal jelajah didesain untuk membonyong hulu ledak konvensional dengan jumlah besar bahkan mampu untuk membawa nuklir serta mampu menjangkau ratusan mil. Rudal jelajah memiliki tingkat akurasi tinggi untuk menghancurkan target yang dituju. Rudal jelajah modern mampu terbang dengan mencapai kecepatan supersonik bahkan juga bisa di atas subsonik, memamakai sistem kendali otomatis serta terbang di ketinggian rendah agar mampu untuk menghindari radar. peluru kendali jelajah pertama yang diciptakan yaitu Kettering Bug yang diciptakan oleh Amerika Serikat di 1917. Rudal jelajah tersebut digunakan dalam Perang Dunia I.
Cara kerja Rudal jelajah : Rudal jelajah ini akan terbang lurus pada waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya selanjutnya sayapnya akan dilepaskan dan kemudian badan rudal yang mengandung hulu ledak jatuh menghujam target. Rudal jelajah ini tidak pernah dipakai saat perang karena Perang Dunia I selesai sebelum rudal ini dapat digunakan. Rudal jelajah yang sangat terkenal diataranya yaitu BGM-109 Tomahawk AS yang mampu mencapai jangkauan 1.100 km. 

AS dan Israel Murka, Rudal Balistik IRan Untuk Membela Diri

AS dan Israel Murka, Rudal Balistik IRan Untuk Membela Diri – Berita MiliterMenteri luar negeri Iran mengatakan tanggapannya terhadapa peluncuran rudal balistik Militer Iran. Iran bermaksud untuk membela diri untuk uji coba terakhir penembakan rudalnya yang dikutuk oleh Amerika Serikat dan Israel, Ia menjelaskan bahwa Iran tidak melanggar kesepakatan nuklir bersejarah antara Teheran dan enam kekuatan dunia.
 
Berbicara di Australia, Mohammad Javad Zarif mengungkapkan bahwa rudal yang telah  diujikan pekan lalu tidak akan pernah digunakan dalam agresi. Uji coba penembakan rudal Iran telah menarik perhatian internasional dan mendorong pertemuan pada hari Senin dari Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.
 
“Rudal ini bahkan tidak termasuk dalam lingkup 2231 dan mereka tidak ilegal,” katanya kepada wartawan, mengacu pada resolusi Dewan, yang diadopsi pada bulan Juli, yang mengesahkan kesepakatan nuklir.
 
“Iran tidak akan pernah menggunakan cara apapun untuk menyerang negara manapun, termasuk rudal-rudal kami. Ini hanya untuk pertahanan Diri. Saya menantang mereka yang mengeluh tentang program rudal Iran … membuat pernyataan yang sama,” tambahnya.
 
Amerika Serikat pada Senin berjanji untuk terus mendorong  Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas atas tes rudal balistik dan menuduh Rusia mencari alasan untuk tidak menanggapi apa yang tertulis atas pelanggaran Iran.
 
Duta Besar Amerika yaitu Samantha Power mengacu pada komentar dari Duta Besar Rusia Vitaly Churkin, yang telah  mengatakan bahwa tes rudal balistik Iran tidak melanggar resolusi 2231, demikian Rusia memberikan pandangannya selaku pemegang hak veto di DK PBB.
 
Resolusi yang disepakati “menyerukan” Iran untuk menahan diri dari aktivitas rudal balistik tertentu. negara-negara Barat melihat bahwa sebagai larangan telah jelas, meskipun para diplomat dewan itu mengatakan China dan anggota dewan lainnya setuju dengan Rusia dan pandangan Iran bahwa uji coba itu tidak dilarang.
 
Zarif, berbicara di Canberra, menyusul adanya pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dan juga Perdana Menteri Malcolm Turnbull.
 
Uskup mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah mengangkat isu tes rudal dengan Zarif selama pertemuan pribadi dan Australia menolak untuk mengesampingkan penyelidikan di Dewan Keamanan.
 
“Ini adalah posisi Australia yang seharusnya di Dewan Keamanan PBB yang ingin menyelidiki masalah ini, maka itu akan menjadi proses hukum yang tepat untuk itu untuk melakukannya,” katanya kepada wartawan.
 
Australia juga mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan membuka kembali kantor perdagangan di Iran setelah dihilangkannya sanksi menciptakan peluang komersial antara kedua negara.
 
peralatan pertambangan, teknologi dan jasa dan komoditas pertanian yang disebut sebagai potensi daerah perdagangan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Steven Ciobo, Menteri Perdagangan dan Investasi.

Pesawat pembom Mematikan B-2 Dikirim ke Diego Garcia

Pesawat pembom Mematikan B-2 Dikirim ke Diego Garcia – Berita Militer Angkatan Udara mengerahkan tiga pesawat bomber B-2 untuk Angkatan Laut di  Support Facility Diego Garcia, pejabat pertahanan Angkatan Udara mengatakan  kepada Times.
 
pesawat bomber B-2  dikerahkan dari Whiteman Air Force Base, Missouri, untuk atoll ke Samudera Hindia pada 8 Maret lalu untuk “mengintegrasikan dan melakukan pelatihan dengan pasukan udara sekutu dan mitra,” menurut sebuah rilis.
 
Pada saat Diego Garcia berada lebih dekat ke Semenanjung India, penyebaran pesawat pembom ini muncul pada saat ketegangan dengan China atas sengketa Laut Cina Selatan. Kapal Induk Angkatan Laut John C. Stennis, dua kapal perusak, dua kapal penjelajah dan kapal Armada 7 berlayar ke daerah itu beberapa waktu yang lalu, para pejabat mengatakan Angkatan Laut Times.
 
“Penerbangan yang saat ini dilakukan memastikan kami tetap siap untuk mencegah serangan strategis, sekarang dan di masa yang akan datang, dan merupakan salah satu dari banyak cara Amerika menunjukkan komitmennya terhadap keamanan dan stabilitas di seluruh dunia,” Adm. Cecil D. Haney, komandan Komando Strategis AS , mengatakan dalam rilis.
 
“Peristiwa baru-baru memperlihatkan kebutuhan terus memberikan kekuatan udara yang konsisten dan kredibel di seluruh wilayah Indo-Asia-Pasifik,” Jenderal Lori Robinson, komandan Angkatan Udara Pasifik, menambahkan. “Kemampuan kita untuk menunjukkan kekuatan tempur kredibel saat pelatihan dan antar-operasi dengan jaringan kami negara mitra seperti yang berpikiran sangat penting. “
 
B-2s lalu akan terbang ke wilayah Asia Pasifik pada bulan Agustus ketika mereka dikerahkan ke Guam untuk meningkatkan kemampuan dari sekutu Korea Selatan. Penyebaran terbaru menempatkan pesawat pembom di berada dekat dengan semenanjung Korea, di mana lebih dari 15.000 tentara AS dan 300.000 tentara Korea Selatan telah dimulai melakukan simulasi latihan militer bersama – Key Resolve dan Foal Eagle – untuk mengantisipasi dalam jangka panjang tes rudal nuklir Korea Utara seperti yang telah dilakukan pada bulan Januari dan Februari.
 
Latihan militer ini adalah yang terbesar  sejak 2010, akan berlanjut ke awal April, kata para pejabat.
 
perintah secara rutin menyebarkan pembom ke Asia dan Eropa. Awal bulan ini, STRATCOM mengirim tiga B-52 pembom Stratofortress dan lebih dari 200 penerbang ke Eropa untuk latihan perang yang dipimpin oleh Norwegia.

Tegang dengan China, Vietnam Beli Rudal Klub Rusia

Tegang dengan China, Vietnam Beli Rudal Klub Rusia – Berita Militer – HANOI – Vietnam yang sedang tegang dengan China telah membeli rudal Klub buatan Rusia yang terkenal canggih untuk mempersenjatai armada kapal selamnya. Rudal untuk serangan darat itu mampu melakukan serangan hingga ke kota-kota pesisir China.

Kebijakan Vietnam ini menyusul ketegangan dengan China yang dipicu sengketa Laut China Selatan. Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), baru-baru ini memperbarui data di situsnya yang menunjukkan pembelian rudal Klub Rusia untuk kapal selama Vietnam.

Demikian disampaikan peneliti SIPRI, Siemon Wezeman. Rudal Klub berpotensi digunakan untuk menargetkan kapal perang dan kapal selam China di Laut Cina Selatan. Dengan rudal itu, Vietnam juga berpotensi melakukan serangan hingga sejauh 300 km.

Carl Thayer, seorang pakar militer Vietnam di Akademi Pertahanan Australia, mengatakan bahwa, langkah Vietnam itu merupakan langkah besar. “Mereka telah menunjukkan diri mereka jauh lebih kuat dari apa yang diperhitungkan China,” katanya, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015).

Vietnam adalah negara Asia Tenggara pertama yang mempersenjatai armada kapal selamnya dengan rudal serangan darat. Sementara itu, Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Vietnam belum menanggapi  konfirmasi tentang dilengkapinya kapal selam Vietnam dengan rudal Klub. Namun, para pejabat Vietnam sebelumnya telah menjelaskan bahwa, Vietnam sedang memperkuat pertahaan termasuk membeli kapal selam.

Perusahaan Almaz-Antey, perusahaan induk dari produsen rudak Klub Rusia, Novator, menolak untuk mengomentari setiap penjualan senjata mereka ke Vietnam.