Air Asia Ditemukan, Dua Pelaku Penghinaan Air Asia Terbongkar Dan Minta Maaf

Share:

Air Asia Ditemukan, Dua Pelaku Penghinaan Air Asia Terbongkar Dan Minta Maaf – Air Asia ditemukan pada hari rabu kemarin setelah pemerintah Indonesia mengerahkan tim pencari korban pesawat AirAsia QZ8501. Air Asia ditemukan oleh tim pertama kali dengan menemukan bebarapa korban kemudian bertambah menjadi 40 korban. Menurut Informasi yang didapat pememuan korban akan makin bertambah. Jumlah korban yang selamat dari Air Asia belum ditemukan, pencarian korban Air Asia masih terus dilakukan.

Berita korban Air Asia ditemukan tentu membuat tim pencari bangga karena penemuan ini merupakan penemuan korban pesawat tercepat. Pesawat AirAsia QZ8501 yang telah ditemukan berada tidak jauh dari barang dan serpihan pesawat tersebut.

Dalam 3 hari Indonesia heboh, bukan saja karena hilang kontaknya pesawat AirAsia QZ8501, Namun juga karena ada Orang yang melakukan penghinaan dan pelcehan yang berbau sara. Dua oran yang melakukan penghinaan tersebut mendapat ancaman dan hinaan luas dari masayarakat. Masyarakat menilai bahwa mereka itu iblis karena tidak memiliki hati, saat korban belum ditemukan mereka malah menghina atas hilangnya pesawat AirAsia QZ8501.

Ternyata salah satu dari si pelaku penghinaan pesawat AirAsia QZ8501, akhirnya meminta maaf kepada publik. Dia mengakui perbuatannya, namun dia tidak bermaksud untuk menghina pesawat AirAsia QZ8501 yang sedang menagalami musibah tersebut. Dian mengira bahwa itu hanya berita HOax yang disebarkan oleh orang lain. Sehingga  dia menanggapi berita tersebut dengan hinaan terhadap pesawat AirAsia QZ8501.

R Fadilah Muchtar Natanegara adalah pemilik akun Path yang membuat status Hinaan  atas hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 pada beberapa waktu lalu akhirnya meminta maaf.

Air Asia Ditemukan, Dua Pelaku Penghinaan Air Asia Terbongkar Dan Minta Maaf

Air Asia Ditemukan, Dua Pelaku Penghinaan Air Asia Terbongkar Dan Minta Maaf

R Fadilah  mengakui kesalahannya atas postingannya tersebut, pada saat itu ia mengira  jatuhnya pesawat Air Asia merupakan isu alias Hoax.

“Jadi pas bangun tidur, saya baca status temen yang bilang AirAsia jatuh, saya kira itu berita hoax ( berita bohong-red). Saya ga cek lagi berita-berita di online, langsung tulis status itu. Kalau saya tahu AirAsia jatuh itu bukan hoax, ga mungkin saya tulis status kaya itu,” akunya kepada merdeka.com pada Selasa (30/12).

Setelah membuat status itu, pelaku penghinaan terhadap pesawat AirAsia QZ8501 banyak mengalir caci maki yang diterimanya dari masyarakat luas, oleh karena itu pria yang brdomisili di Jakarta ini pun melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas postingannya 3 hari lalu.

“Kemarin, banyak teman saya yang meng-capture berita tentang saya di media online. Mereka langsung bilang, sebaiknya saya langsung nulis permintaan maaf dan klarifikasi,” tambahnya lagi.
“Saya ga bermaksud melecehkan kasus hilangnya AirAsia di status saya itu.”

Tepat pada minggu (28/12) waktu kejadian kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, dia melalui akun Path miliknya, memposting statusnya yang dianggap olej publik tidak berempati atas menghilangnya pesawat AirAsia QZ8501.

“Semoga pesawat pesawat murahan banyak jatuh dan banyak hilang di angkasa….. Dan tersisa 1 perusahaan yang sangat gw dan keluarga gw percaya yaitu GARUDA INDONESIA…” tulisnya.

Berbeda dengan pelaku penghinaan yang menggunakan Akun Facebook bernama Rachma Wati, dia tidak pernah menulis status yang sempat membuat Indonesia heboh dengan hinaan yang dilakukan oleh Rachma Wati . Rachma Wati  yang dianggap tidak memiliki empati terhadap kejadian hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 itu ternyat tidak menulis status itu. Menurut guru di sekolahnya akun Facebook Rachma Wati itu telah dihack oleh hecker yang kemudian menyalah gunakan akun tersebut. Sebelumnya akun Facebook Rachma Wati digunakan untuk meminta pulsa kepada korbannya dan menghina presiden SBY.

Seperti yang dilansir detik.com, Rachma Wati pelaku penghinaan yang dianggap tidak memiliki empati adalah seorang siswi kelas 11 SMAN 1 Setu Bekasi, Dan menurut salah seorang guru sekolah tersebut, Dede Darsono, Rachma Wati pemilik akun FB memang diakui bahwa FB itu milik Rachma Wati tapi akun tersebut telah diretas dan disalah gunakan orang lain.

Dede Darsono sebelumnya juga sudah mendengar soal status Rachma yang baru-baru ini membuat geger. Tapi dia memastikan, akun Facebook itu bukan lagi dikuasai muridnya, tetapi ada peretas yang tidak bertanggung jawab, yang menyalah gunakan akun tersebut.

Advertisement
Air Asia Ditemukan, Dua Pelaku Penghinaan Air Asia Terbongkar Dan Minta Maaf | Lucy | 4.5

Berita Lainnya